LAPORAN
PRAKTIKUM HIDROLOGI PERTANIAN Penanaman Tanaman Sayuran Hidroponik Dengan
System Nutrien Flim Teknik (NFT) Pada Tanaman Pak Choy
Senin 24 mei
2016
| tanamanpakchoypratikum.com |
Disusun oleh :
hendra nurmanto
Prodi :
Agribisnis
Universitas
islam kuantan singingi
Tp 2015/2016
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa
menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi
tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada
budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi
cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang pas-pasan.
Hidroponik merupakan pengembangan ilmu dibidang pertanian yang
dilakukan oleh para ilmuan yang giat mengembangkan sektor pertanian guna
terpenuhinya kebutuhan manusia akan sayuran yang semakin meningkat,system
pertanian secara konvensional setahap demi setahap cara ini telah ditinggalkan
sejlan dengan adanya penemuan penanaman yang dilakukan tanpa menggunakan tanah
sebagai media untuk percocok tanam atau sekarang disebut dengan hidroponik.
Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan
baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam
konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada
merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir
inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang
ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Beberapa
macam hidroponik yaitu :
tatic
solution culture (kultur air statis)
Continuous-flow
solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow
Technique)
Aeroponics
Passive
sub-irrigation
Ebb and flow
atau flood and drain sub-irrigation
Run to waste
Deep water
culture
Bubbleponics
Bioponic
Dalam
makalah ini penulis akan membahas hidroponik dengan system Nutrien Flim Teknik
(NFT).
Tujuan
Praktikum
Tujuan
dilakukannya praktikum ini adalah :
Untuk
mengetahui apa itu hidroponik?
Untuk mengetahui
keunggulan dan kelemahan hidroponik dengan system NFT ?
Untuk
mengetahui proses penanaman hidroponik dengan system NFT ?
\
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Pengertian Hidroponik
Hidroponik NFT adalah pengerjaan atau pengelolaan air yang digunakan
sebagai media tumbuh tanaman dan juga sebagai tempat akar tanaman menyerap
unsur hara yang diperlukan dimana budidaya tanamannya dilakukan tanpa
menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik NFT juga termasuk bercocok
tanam dalam air dimana unsur hara telah dilarutkan didalamnya (Haris, 1994).
Dalam sistem hidroponik NFT, air dialirkan ke deretan akar tanaman
secara dangkal. Akar tanaman berada di lapisan dangkal yang mengandung nutrisi
sesuai dengan kebutuhan tanaman. Perakaran dapat berkembang di dalam nutrisi
dan sebagian lainnya berkembang di atas permukaan larutan. Aliran air sangat
dangkal, jadi bagian atas perakaran berkembang di atas air yang meskipun lembab
tetap berada di udara. Di sekeliling perakaran itu terdapat selapis larutan
nutrisi. Dari sinilah muncul istilah NFT, yang didefenisikan sebagai metode
budidaya tanaman dimana akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal
dan tersirkulasi, yang memungkinkan tanaman memperoleh air, nutrisi dan oksigen
(Chadirin, 2002).
Kata “film” pada hidroponik NFT menunjukkan aliran tipis. Dengan
demikian, hidroponik ini hanya menggunakan aliran air (nutrien) sebagai
medianya. Keunggulan sistem hidroponik ini antara lain air yang diperlukan
tidak banyak, kadar oksigen terlarut dalam larutan hara cukup tinggi, air
sebagai media mudah didapat dengan harga murah, pH larutan mudah diatur dan
ringan sehingga dapat disangga dengan talang (Sutiyoso, 2004).
Pada sistem NFT, air atau nutrien dialirkan dalam wadah penanaman
(biasanya berupa talang). Wadah penanaman dibuat miring agar nutrien dapat
mengalir. Nutrien yang telah melewati wadah penanaman, ditampung dalam bak atau
tangki dan kemudian dipompa untuk dialirkan kembali. Tinggi nutrien hanya 3 mm,
tidak boleh lebih dari itu karena air yang terlalu tinggi akan menyebabkan
oksigen terlarut sedikit (Lingga, 2009).
Salah satu prinsip dasar NFT ialah ketebalan air di dalam hanya
beberapa millimeter saja (biasanya 3 mm). Dengan demikian, banyak akar
bertumpuk di atas aliran air dan rapat sehingga bila tanaman tumbuh subur,
akarnya tebal mirip bantal putih. Ketebalan lapisan air tergantung kecepatan
air yang masuk dan kemiringan talang (Untung, 2000).
Menurut Pramono ( dalam Rahmawaty,2009: ) menyatakan bahwa media dalam
hidroponik berfungsi sebagai penopang tanaman dan memiliki syarat seperti
struktur yang stabil selama pertumbuhan tanaman , bebas dari zat berbahaya bagi
tanaman, bersifat inert, memiliki daya pegang air yang baik, drainase dan
aerase yang baik.
Prinsip dasar dari hidroponik adalah memberikan atau menyediakan
nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam bentuk larutan. Pemberiannya dilakukan
dengan penyiramannya atau meneteskannya pada tanaman. (Tim Penulis PS,2006:44)
Hal ini dapat dibuktikan bahwa, budidaya secara hidroponik dapat
berhasil apabila kebutuhan air, sirkulasi udara dan hara tanaman tercukupi.
(Susanto, 2010:1)Apabila kekurangan unsur tersebut maka akan ada kemungkinan
tanaman tersebut akan mati ataupun layu .Perlu adanya perawatan yang intensif
agar tidak terjadi hal-hal tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan air, dapat digunakan irigasi untuk suatu
tanaman. Teknik yang dapat digunakan adalah irigasi tetes Ro Drip.Teknologi
irigasi tetes Ro Drip sangat efisien dalam penggunaan air sehingga sangat cocok
untuk digunakan pada budidaya tanaman sayuran di dataran rendah yang memiliki
keterbatasan sumber air. (Kasiran,2009:29) Karena ini membantu untuk
ketersediaan air bagi suatu tanaman.
Sawi Pak choy
Salah satu jenis sayur yang mudah dibudidayakan adalah tanaman sawi.
Sayuran berdaun hijau ini termasuk tanaman yang tahan terhadap air hujan, dan
dapat dipanen sepanjang tahun karena tidak tergantung dengan musim. Masa panen
pun terbilang cukup pendek, karena setelah 40 hari ditanam sawi sudah dapat
dipanen. Di samping kemudahan dalam proses budidaya, sayur sawi juga banyak
dijadikan sebagai peluang bisnis karena peminatnya yang cukup banyak.
Permintaan pasarnya juga cukup stabil, sehingga resiko kerugian sangat kecil.
Beberapa jenis sawi yang saat ini cukup popular dan banyak dikonsumsi
masyarakat, antara lain sawi hijau, sawi putih, dan sawi pakcoy atau caisim.
Dari ketiga jenis sawi tersebut, pakcoy merupakan jenis yang banyak
dibudidayakan saat ini. Batang dan daunnya yang lebih lebar dari pada sawi
hijau biasa, membuat sawi jenis pakcoy lebih sering digunakan masyarakat dalam
berbagai menu masakan. Hal ini tentu memberikan prospek bisnis yang cukup cerah
bagi para petani sawi pakcoy, karena permintaan pasarnya cukup tinggi. Menurut
Untung (2000), semakin miring talangnya maka produktivitas tanaman semakin besar.
Menurut USDA (2013), klasifikasi tanaman pak choi, sebagai berikut:
Kingdom: Plantae; Subkingdom: Tracheobionta; Subdivisi: Spermatophyta; Divisi:
Magnoliophyta; Kelas: Dicotyledonae; Subkelas: Dilleniidae; Ordo: Capparales;
Famili: Brassicaceae; Genus: Brassica; Spesies: Brassica rapa L. ssp. chinensis
(L.)
Daun tanaman pak choi bertangkai, berbentuk agak oval, berwarna hijau
tua dan mengkilap, tidak membentuk kepala, tumbuh agak tegak atau setengah
mendatar, tersusun dalam spiral yang rapat, melekat pada batang yang tertekan.
Tangkai daunnya, berwarna putih atau hijau tua, gemuk dan berdaging, tanaman
ini tingginya 15-30 cm. Bunganya berwarna kuning pucat. Tanaman ini ditanam
dengan benih langsung atau dipindah-tanam dengan kerapatan tinggi, umumnya sekitar
20-25 tanaman/m2, dan kultivar kerdil ditanam dua kali lebih rapat (Rubatzky
and Yamaguchi, 1998).
Menurut Thompson and Kelly (1957), ciri-ciri tanaman pak choi adalah
daunnya lebih pendek daripada daun petsai dengan permukaan daun halus dan
tangkai berdaging tebal pada pangkalnya. Helai daun membulat seperti sendok
sehingga sering disebut sawi sendok, bentuk daun oval, berwarna hijau cerah
atau hijau keputihan pada pak choi putih.
BAHAN DAN
METODE
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan
praktikum Hidroponik ini dilakukan di UPT UIR. Kebun Agro Wisata, Jalan Kasang
Kulim Teropong RT 02/RW 03 Desa Kubang Raya, Kecamatan Siak Hulu Kampar,
Pekanbaru.
Bahan dan
Alat
Adapun bahan
dan alat dari praktikum ini adalah :
Policup/ cawanTray semai/ baki/ talam
Cocopet/ sabut
kelapa
Air bersih
Gembor
Benih
tanaman
Policup/ cawan
Tray semai/
baki/ talam
Cocopet/
sabut kelapa
Air bersih
Gembor
Nutrient Film Teknik (NFT)
Nutrient
Film Teknik (NFT) merupakan penanaman tanaman menggunakan aliran tipis seperti
film. Larutan yang tipis tersebut dialirka pada akar tanaman melalui system
channel dengan ukuran ketebalan aliran (0,5). Ada beberapa hal mengapa
penanaman dengan system ini lebih baik dibandingkan dengan penanaman dengan
sisitem konvensional.
Keunggulan penanaman dengan system NFT
Lebih hemat
penggunaan nutrisi
Lebih hemat
biaya pembelian nutrisi
Ketersediaan
nutrisi dalam tanaman terpenuhi setiap saat
Lebih tepat
dalam pemberian dosis nutrisi
Keunggulan
pada produk
Ketika
larutan nutrisi berbutar dalam sisitem NFT, permukaan akar tanaman akan
mendapatkan udarea dan cahaya yang cukup sehingga akar akan bernafas dengan
baik
Produk
tanaman dengan sisitem NFT tidak menggunakan pestisida
Produk
tanaman akan lebih cepat dengan system NFT
Produk lebih
bersih dan tidak cacat
Pemanenan
lebih murah
Rasa tanaman
lebih enak
Media Semai
Media yang
digunakan dalam penanaman tanaman dengan system NFT sebagai media tanamnya kita
gunakan media selain tanah, karena tanah bisa menyebabakan jamur, bakteri dan
virus, yang menyebabakan produksi tanaman akan tidak baik kualitasnya. Media
yang digunakan dalam penanaman dengan system NFT adalah Cocopet media ini tidak
menyebabakan jamur. Murah, ringan, media ini sangat benyak tersedia di Riau.
Mudah menyimpan air. Dan bersifat dingin.
Alat dan
bahan yang digunakan dalam persemaiaan tanaman dengan menggunakan system NFT di
antaranya:
Policup/
cawan
Tray semai/
baki/ talam
Cocopet/
sabut kelapa
Air bersih
Gembor
Benih
tanaman
Policup/
cawan
Tray semai/
baki/ talam
Cocopet/
sabut kelapa
Air bersih
Gembor
Benih
tanaman
Keterangan
penggunaan bahan dan alat untuk pembibitan tanaman dengan sisitem NFT:
Policup/
cawan
Policup
digunakan untuk meletakkan media cocopeat untuk menyemaikan benih tanaman
Tray semai/
baki
Tray
dugunakan untuk meletakkan policup yang sudah kita isi dengan cocopeat agar
tersususn dengan rapi, dan untuk menghindari bibit rusak selama persemaian.
Cocopeat
Cocopeat
digunakan media tanam pengganti tanah gunanay untuk meletakkan benih tanaman
yang kita semai
Air
Air digunakan
untuk menyiram media cocopeat dan benih selama pembibitan
Gembor
Gembor
digunakan untuk menyiram tanaman yang kita semaikan dengan medsia cocopeat
Benih
Benih
sayuran yang akan kita gunakan dalam persemaia.
Cara
Penyemaian Benih
Ada beberapa
tahap yang dilakuakan sebelum benih kita semaikan, tahapan ini dilakukan agar
benih yang kita tanam akan tumbuh baik dan subur.
Tahapan
penyemaian tersebut diantaranya adalah:
Saring
cocopeat dengan saring agar cocopeat antara serat dan serbuknya berpisah, cocopeat
yang diambil untuk penyemaian yaitu cocopeat yang serbuknya saja.
Isi cocopeat
ke dalam policup/ cawan dengan bagian bawah dipadatkan sampai penuh rata.
Setelah
policup terisi baru policup di masukkan ke dalam tray pembibitan 1 tray
pembibitan terdiri dari 40 policup
Siram
policup dalam tray dengan menggunakan air biasa untuk tahap pembibitan awal
dengan kondisi cocopeat basah lembab
Penyiraman
bibibt setelah usia 1 minggu baru menggunakan air nutrisi
Setelah media basah baru benih ditanam denga policup dengan kedalaman
0,5 cm ini dilakukan agar tanaman tidak rusak dan hilang saat penyiraman
Dalam olicup
diisi dengan satu benih saja.
Setelah
policup di isis benih baru di tutup dengan plastik mulsa dengan bagian hitam di
bawah
Letakkan
tray di rak-rak nursery
Benih di
tutup sampai benih mengeluarkan akar radik setelah itu baru di buka atau
sekitar dua hari
Setelah
plastik di buka setiap hari disiram 2 kali pagi dan sore hari
Penyiraman
dilakukan dengan cara dikaputkan denan menggunakan teng semprot
Setelah usia
5 hari penyiraman dengan air dicampurdengan nutrisi 1,5 EC
Pemindahan
bibit tanaman dari persemaiaan dilakukan selama seminggu dipersemaian atau
sampai akar tanaman keluar satu atau dua dari policup
Cahaya yang
baik untuk penanaman tanaman selama di plot berkisar antara 50 sampai 70%.
Perawatan
Penyemaian
Semaian pada
usia 1-15 hari pemberian iar dengan sistem kabut
Setelah 5
hari pemberiana penyiraman bibit dengan pemberian 1.5 EC
Di bawah
tray atau baki juga diberikan iar dengan nutrisi dengan 1.5 EC
Bacaan 1.5
EC untuk di dalam baki atau tray yaitu dengan mencampurkan 3 liter air ditambah
dengan 30 ml nutrisi A dan 30 ml nutrisi B
Air dalam
baki atau tray hendaknya senantiasa ada dengan ketinggian air sekitar 1 cm
Setelah
bibit dipersemaiaan mengeluarkan akar 1-2 helai baru tanaman siap dipindahkan
ke dalam plot yang disediakan
Persiapan
Pemindahan Ke Plot
Sebelum tanamn sayuran dipindahkan
ke dalam plot yang tersedia ada beberapa hala yang harus dilakukan agar tanaman
yang dipindahkan akan tumbuh dengan baik dan subur. Adapun persiapan yang harus
dilakukan antara lain:
Pastikan sistem NFT berfungsi dengan baik dan tidak bocor
Pastikan
pengairan tidak tersumbat
Jika
tersumbat gunakan benlda keras untuk membuka jalan air
Pastikan palong
bersih dan tidak berlumut
Pastikan bak
penampung air tidak berlumut
Pastikan air
di bak NFT sudah terisi
Bacaan air
di dalam bak NFT 1.6 EC
Pastikan
tanamna yang dipindahkan ke dalam plot tanaman sehat
Cara
Penanaman
Tanamna yang
sudah memiliki akar lebih dari satu di bawah policup atau sudah keluar sekitar
1 cm diletakkan ke dalam lubang yang ada di palong
Akar yang
sudah keluar gunanya untuk menyerap air
Peletakkan
policup dalam palong harus menyentuh lantai palong agar akar tanaman bisa
mendapatkan air yang mengalir di bawah palong
Selain untuk
akar tanaman dapat mendapatka iar tujuan peletakan policup sampai ke dasar
palong agar media tanam mendapatkan air sehingga media akan senantiasa lembab
Penanaman
yang paling bagus dilakukan pada sore har
Cara Perawatan Tanaman Dalam Plot
Setelah
tanaman ditanam ke dalam palong, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar
tanaman yang ditanam bisa berhasil sampai panen.
Setiap hari aliran air harus dilihat agar tidak tersumbat, jika
tersumbat lakukan perbaikan dengan menusukkan benda keras ke dalam lobang
aliran air
Pastikan air
nutrisi dalam bak senantiasa penuh
Jika air
sudah berkurang sampai batas minimal segera isi kembali air sampai penuhbaru
diberkan nutrisi
Jangan
sampai bak kering karena bisa menyebabakan aerator rusak
Jika
terdapat tanamna yang mati segera di ambil karena bisa menularkan penyakit
Jika tanaman mati segera disulam
Panen
Sayuran
Panen
dilakukan pada usia 25-30 hari setelah tanam kedalam palong
Panen
dilakukan pada pagi dan sore hari, untuk menghindari kurangnya bobot tanaman
perbatangnya
Pemanenan
dilakukan dengan pemotongan batang yang paling bawah
Pemanenan
menggunakan gunting biasa dan gunting stek. Gunting harus steril ini berguna
agar bekas luka tidak mudah busuk
Gunkan
keranjang buah untuk memudahkan pemanenan agar tanaman tidak rusak
Asingkan
tanaman yang rusak dan yang bagus
Sortir daun
bawah yang terlihat kuning
Setelah
dilakukan sortir tanaman ditimbang untuk mencari berat yang dibituhkan oleh
pasar
Baru
masukkan kedalam plastik putih ukuran 5 kg
Baru lakukan
peking dengan stepler
Sanitasi
Sistem NFT
Setelah
tanaman dipanen didalam palong tempat penanaman harus dibersihkan karena sudah
kotor dan berlumut, pembersihan dilakukan agar penanaman berikutnya tidak
mengalami kendala yang disebabkan tempat penanaman yang kotor.
Meja palong
tanaman dan bak penampungan air yang sudah dipanen perlu segera dicuci
Gunakan
diterjen dan beklin
Palong dan
bak penampungan air yang sudah diberikan diterjen dan beklin perlu didiamkan
selama 1 malam. Ini dilakukan agar lumut dan kotoran yang melekat dipalong
dapat bersih
Gunakan
mesin power sepray
Pastikan
semua kotoran dan lumut hilang
Palong dan
bak air yang sudah di cuci tidak boleh langsung digunakan palong harus
dikeringkan 1 malam
Bak air
nutrisi dicuci minimal 1 minggu sekali
Air nutrisi
harus digunti 1 sekali agar air tetap bersih dan tidak mengandung lumut
Asingkan
cocopeat dalam polikap yang sudah dipakai
