AKHLAK AL-MAHMUDAH
Contoh Akhlak Al-Mahmudah
1.Al-Amanahwww.makalahagamailsam.com
Amanah menurut arti
bahasa ialah : kesetiaan, ketulusan hati, kepercayaan (tsiqah) atau kejujuran.
Kebalikannya ialah khianat. Yang dimaksud amanah disini ialah suatu sikap
pribadi yang setia, tulus hati dan jujur dalam melaksanakan sesuatu yang
dipercayakan kepadanya, berupa harta benda, rahasia atau tugas kewajiban.
Pelaksanaan amanat dengan baik dapat disebut “al-Amin” yang berarti :
yangndapat dipercaya, yang jujur, yanag setia, yang aman. Sebagai contoh : Pada
diri manusia dianugerahi Allah sejumlah perlengkapan jasmaniah dan ruhaniah
tersebut dipergunakan sebagaimana mestinya, maka berarti orang itu bersifat
atau meiliki sifat amanah. Jika anggota-anggota tubuhnya dipergunakan kepada
maksiat berarti dia khianat terhadap amanah yang diberikan Allah kepadanya. Kewajiban
memilki sifat dan sikap al-Amanah ini, (QS. An-Nisa’ (4): 58.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تـُؤَدُّوا الأمَانَاتِ
إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بـَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
|
Gambar 1.1 Amanah
|
|
Gambar 1.1 amanah
|
2. Benar (ash-Shidqah)
Salah satu sifat dan sikap yang termasuk fadlilah ialah ash-Shidqah yang
berarti benar, jujur. Yang dimaksud disini ialah berlaku benar dan jujur baik
dalam perkataan maupun perbuatan. Kewajiban bersifat dan bersikap ini, (QS.
At-Taubah (9) : 119).
يَا أَيـُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتـَّقُوا اللَّهَ
وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang
benar. Sikap benar ini adalah salah satu fadlilah yang menentuka status dan
kemajuan perseorangan dan masyarakat.
Menegakkan prinsip
kebenaran adalah salah satu sendi kemaslahatan dalam hubungan antara manusia
dengan manusia dan antara satu golongan dengan golongan lainnya. Abdullah bin
Mas’ud r.a. memberitahukan bahwa Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya kebenaran
itu membawa kepadaa kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surge. Seseorang yang
membiasakan diri berkata benar hingga tercatat di sisi Allah sebagai shiddiq
(orang yang benar). (Muttafaq ‘Alaih). Abu Muhammad (al-Hasan) bin Abi Thalib
ra. berkata bahwa ia telah menghafal dari ajaran Rasulullah SAW : “Tinggalkanlah
yang engkau ragukan kepada apa yang tidak engkau ragukan. Sesungguhnya
kebenaran membawa kepada ketenangan dan dusta itu membawa? Menimbulkan
keraguan”. (HR. at-Tirmidzi). Dalam pribahasa sering disebutkan :”Berani karena
benar, takut karena salah”. Betapa kebenaran itu menimbulkan ketenangan
daripadanya melahirkan keberanian. Rasulullah SAW telah memberikan contoh
betapa beraninya berjuaang karena beliau berjalan di atas prinsip-prinsip
kebenaran. Ketika surat Rasulullah SAW diterima oleh Heraclius, Raja Rum dari
Baitul Muqaddas, ia panggil orang-orang Arab yang berasal dari Mekkah yang
kebetulan berdagang kesitu untuk ditanyai mengenai diri Nabi. Dalam percakapan
tersebut, Heraclius berkata:”……. Aku bertanya tadi, adakah kamu tuduh Muhammad
pernah berdusta sebelum ia mengaku menjadi Nabi? Lantas kamu jawab : Tidak!
Maka aku berpendapat, bahwa orang yang tidak berdusta kepada manusia tidak bisa
jadi berdusta atas nama Allah”.
|
Gambar 1.2 benar
|
3. Menepati Janji
(al-Wafa’)
Sebagai rangkaian dari
sifat amanah dan benar tersebut diatas adalah al-Wafa’ (menepati janji),
sebagaimana dalam QS. Al-Ahzab (33): 23.
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنـْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ
وَمِنـْهُمْ مَنْ يـَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تـَبْدِيلا
Di antara orang-orang
mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada
Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula)
yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya),
|
Gambar.1.3 menepati janji
|
CONTOH AKHLAQUL MAZMUMAH
Contoh Sifat Mazmumah (Tercela) yaitu:
1. Penyakit
hati antara lain disebabkan karena ada perasaan iri:
Iri adalah sikap kurang
senang melihat orang lain mendapat kebaikan atau keberuntungan. Sikap ini
kemudian menimbulkan prilaku yang tidak baik terhadap orang lain, misalnya
sikap tidak senang, sikap tidak ramah terhadap orang yang kepadanya kita iri
atau menyebarkan isu-isu yang tidak baik. Jika perasaan ini dibiarkan tumbuh
didalam hati, maka akan muncul perselisihan, permusuhan, pertengkaran, bahkan
sampai pembunuhan, seperti yang terjadi pada kisah Qabil dan Habil
Iri
hanya diperbolehkan dalam 2(dua) hal. Yaitu dalam hal
bersedekah dan ilmu, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.:
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ
رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٌ
آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ فَهْوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا.
“Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara,
yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang
benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan
mengajarkannya.” (HR Al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud, Shahîh
al-Bukhâriy, I/28, hadits no. 73)
|
Gambar 2.1 iri
|
2. Penyakit hati disebabkan
karena perasaan dengki.
Dengki artinya merasa
tidak senang jika orang lain mendapatkan kenikmatan dan berusaha agar
kenikmatan tersebut cepat berakhir dan berpindah kepada dirinya, serta merasa
senang kalau orang lain mendapat musibah. Sifat dengki ini berkaitan dengan
sifat iri. Hanya saja sifat dengki sudah dalam bentuk perbuatan yang berupa
kemarahan, permusuhan, menjelek-jelekkan, menjatuhkan nama baik orang lain.
Allah
melarang diri kita untuk menjadi manusia yang
bersikap sombong, sebagaimana firmanNya:
وَلاَ
تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ
الْجِبَالَ طُولا
|
Gambar 2.2 Dengki
|
3. Sombong
Sering – seseorang
— karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintarannya, akhirnya
menjadiseseorang yang bersikap sombong dan menganggap rendah orang lain.
Bahkan Fir’aun yang bersikaptakabbur(sombong) sampai-sampai
menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun
adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena kesombongannya. Dia – atas
kehendak Allah — tenggelam di laut.
Allah
melarang diri kita untuk menjadi manusia yang
bersikap sombong, sebagaimana firmanNya:
وَلاَ
تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ
الْجِبَالَ طُولا
“Janganlah kamu
berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali
tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi
gunung.” [QS Al-Isrâ’/17: 37]
|
Gambar 2.3
|
Yang dimaksud dengan
“Akhlaqul mahmudah” ialah segala tingkah laku yang terpuji (yang baik) yang
biasa juga dinamakan “fadilah” (kelebihan). Imam al-Ghazali menggunakan guna
perkataan “munjiyat” yang berarti segala sesuatu yang memberikan kemenangan
atau kejayaan. Sebagai kebalikan akhlaqul mahmudah ialah “akhlaqul mazmumah”
yang berarti tingkah laku yang tercela atau akhlak yang jahat (qabillah) yang
menurut istilah al-Ghazali disebutnya “muhlikat” artinya sesuatu yang
membinasakan atau mencelakakan. Akhlak mahmudah dilahirkan oleh sifat-sifat
mahmudah dan akhlak yang mazmumah dilahirkan oleh sifat-sifat mazmumah pula
Oleh karena itu, maka dalam pembahasan
fadlilah dan qabihah dititik beratkan pada pembahasan sifat-sifat yang terpendam
dalam jiwa manusia yang menelorkan perbuatan- perbuatan lahiriah. Tingkah laku
lahir dilahirkan tingkah laku batin, berupa sifat dan kelakuan batin yang juga
dapat berbolak balik yang mengakibatkan berbolak baliknya perbuatan jasmani
manusia. Oleh karena tindak tanduk batin (hati) itupun dapat berbolak balik,
maka tepatlah dengan do’a :”Wahai Allah yang memalingkan segala hati,
palingkanlah kalbu kami kepada mematuhi Engkau”.
(QS.Hud (11):114. وَأَقِمِ
الصَّلاةَ طَرَفَيِ النـَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ
السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
Dan dirikanlah
sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian
permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu
menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi
orang-orang yang ingat.
KESIMPULAN
Perbuatan
yang baik merupakan akhlaq karimah yang wajib dikerjakan.Akhlaq
karimah berarti tingkah laku yang terpuji yang merupakan tanda
kesempurnaan iman seseorang kepada Allah. Akhlaq al
karimah dilahirkan berdasarkan sifat-sifat yang terpuji. Akhlak yang baik
disebut juga dengan akhlakmahmudah. Pandangan al-Ghazali tentang akhlak
yang baik hampir senada dengan pendapat Plato yang mengatakan, bahwa orang adalah
orang yang dapat melihat kepada Tuhannya secara terus-menerus. Al-Ghazali
memandang orang yang dekat kepada Allah adalah orang yang mendekati
ajaran-ajaran Rasulullah yang memiliki akhlak sempurna.
Al-Ghazali
menerangkan adanya empat pokok keutamaan akhlak yang baik, yaitu sebagai
berikut :
1. Mencari
hikmah. Hikmah ialah keutamaan yang lebih baik.
2. Bersikap
berani. Berani berarti sikap yang dapat mengendalikan kekuatan amarahya dengan
akal untuk maju.
3. Bersuci
diri. Suci berarti mencapai fitrah, yaitu sifat yang dapat mengendalikan
syahwatnya dengan akal dan agama.
4. Berlaku
adil. Adil sebagai misalnya, yaitu seseorang yang dapat membagi dan memberi
haknya sesuai dengan fitrahnya atau seseorang mampu menahan kemarahannya dan nafsu
syahwatnya untuk mendapatkan hikmah di balik peristiwa yang terjadi.
Akhlak
madzmumah ialah perangai buruk yang tercermin dari tutur kata, tingkah laku dan
sikap yang tidak baik. Akhlak buruk adalah suatu sifat tercela dan
dilarang oleh norma-norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.Apabila
seseorang melaksanakannya niscaya akan mendapatkan nilai dosa dari Allah,
karena perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang tercela di hadapan Allah.
Melakukan
perbuatan yang tecela dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungan
sekitarnya. Contoh dari akibat perbuatan tercela adalah sebagai berikut:
1. Jika
seseorang suka mencaci, maka suatu ketika ia akan dicaci orang pula.
2. Jika
seseorang suka berdusta, suatu saat jika ia berkata benar, orang lain akan
tetap tidak percaya, dan ia juga akan dibohongi orang lain.
3. Hatinya
tidak pernah tentram dan bahagia karena kesalahan dan keserakahannyatakut
terbongkar oleh orang lain.
4. Apa
yang dicita-citakan tidak akan terkabul, kecuali hanya kejahatan yang mengikuti
dirinya.
Fair Play Casino Review (2021) | The xN - NYX
BalasHapusFair Play Casino is an online febcasino casino that allows septcasino players to wager their 메리트 카지노 고객센터 real money. All their games are streamed on their mobile phones, on